Kamis, 30 Oktober 2014

HUTAN TROPIS TERBESAR DUNIA


1. Daintree, Australia

daintree forest Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Mereka memiliki sistem terumbu paling keren dan merupakan hutan hujan tropis.Dikatakan bahwa mereka mengandung 30% dari katak, berkantung dan reptilditambah 65% dari spesies kelelawar dan kupu-kupu dan 18% jenis burung yang ditemukan di sini. Lebih dari 12.000 spesies serangga juga ditemukan di hutan hujan.
 
 

2. Ecuador’s Cloud forests

ecuador cloud forest Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Hal ini subur dan dingin dibandingkan hutan hujan dataran rendah dan ini memilikispesies mamalia yang lebih sedikit tetapi memiliki cadangan El Monte dari Amerika Tengah Agouti, Ocelot, Margay, Brocket Red Deer, Paca, Tayra, Andes Coati,Tiga-Toed Sloth dan White fronted Capuchin Monkeys  


3. The Amazon Rainforests

amazon rainforest Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Satu ini menelepon ke rumah untuk hutan hujan terbesar di bumi. Ini mencakup 40%dari benua Amerika Selatan yang termasuk negara-negara seperti Brazil, Bolivia,Peru, Ekuador, Kolombia, Venezuela, Guyana dan Suriname. Ini terbuat dari berbagai jenis ekosistem dan tipe vegetasi seperti hutan hujan, hutan musiman, hutan gugur,hutan banjir dan sabana.
 
 

4. Alaska’s rainforests

southeast alaska rainforest Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Ini adalah tipe hutan beriklim sedang dan memiliki spesies unik dari tumbuhan danhewan di sini seperti berdiri tinggi dari pohon cemara, hemlock dan pohon cedar danlumut, bunga-bunga liar dan buah dari berbagai jenis yang ditemukan di sini. Yang satu ini benar-benar sempurna untuk pecinta alam.
 
 

5. Sapo National Park, Liberia

sapo national park Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Ini juga merupakan hutan perawan dan yang lembab, mereka memiliki spesies unikvegetasi seperti choleras dan makan daging-mikro-organisme. Tapi satu ini benar-benar hutan ancaman manusia seperti ketika berkunjung ke tempat ini, beritahu pihak berwenang sebelum pergi ke sana.
 
 

6. The Mount Kinabalu National Park, Malaysia

mount kinabalu Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Taman ini adalah surga botani flora dan fauna dan memiliki berbagai jenis tanamanatau seperti 4.500 dan 289 spesies burung dan 290 jenis kupu-kupu termasukKinabalu Giant Leech Cacing tanah merah dan Giant.
 
 

7. The Monteverade Forest, Costa Rica

monteverde cloud forest Top 10 Biggest and Popular Rainforests in The World
Yang satu ini memiliki tingkat tutupan kanopi-awan dan kelangsungan penyediaankelembaban yang meningkatkan produksi tanaman di sini. Hutan ini berlimpah denganhewan vegetasi dan unik termasuk reptil, mamalia dan burung seperti bellbirdtiga-dianyam, umbrellabird telanjang berleher, keel-billed toucan, manakin ekorpanjang dan monyet Howler.
 
 

Melindungi Hutan Untuk Kita Semua

1364960205915189591
Masalah mengenai penebangan liar di beberapa hutan – hutan di Indonesia memang sudah tidak asing lagi. Tidak hanya masalah penebangan liar, akan tetapi pembangunan vila – vila di puncak pegunungan juga menjadi sebuah masalah baru. Bagaimana tidak, dengan dibangunnya vila – vila tersebut tentunya akan mengurangi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di suatu daerah. Contohnya saja daerah Bandung, pembangunan vila – vila di daerah puncak sedang marak – maraknya dilakukan. Peraturan mengenai RTH sebenarnya sudah ada. Akan tetapi peristiwa yang terjadi ini memang ada sangkut pautnya dengan oknum – oknum yang ingin menjalankan bisnisnya didaerah puncak tersebut.
Kontrol dari pemerintah memang seharusnya diperlukan dalam kasus seperti ini. Namun peran aktif dari masyarakat juga diperlukan sebagai social control. Karena bagaimana pun juga masyarakatlah yang paling besar terkena imbasnya dari kasus – kasus diatas. Karena jika masyarakat sudah tidak peduli lagi, maka siapa yang nantinya akan menjadi social control.
Jika hutan adalah paru – paru dunia, maka ketika hutan telah menipis maka nafas kita pun semakin menipis. Tidak hanya itu, bencana alam seperti banjir dan longsor juga akan semakin mudah terjadi. Indonesia yang menjadi paru – paru dunia harusnya bias menjadi percontohan bagi Negara lain. Jika hutan Indonesia habis, rantai ekosistem akan terputus. Akan terjadi ketidak seimbangan dalam alam Indonesia.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan “There is no business to be done on the death planet”. Maksudnya adalah jika planet kita mati, maka kita tidak dapat melakukan apa – apa lagi. Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk bias bergerak dibidang green economy. Indonesia di cap sebagai paru – paru dunia, negara tropis dengan kekayaan alam yang melimpah. Dengan melakukan revitalisasi green economy , hal ini akan berbanding lurus antara hasil dengan kelestarian alamnya. Green Economy sendiri memiliki makna pertumbuhan suistinable untuk kelestarian manusia dan tidak merusak lingkungan. Jadi sangat tepat jika green ecnonomy diterapkan di Indonesia.
Dalam ilmu kedokteran dikatakan bahwa ketika mata kita lelah, coba usahakan untuk melihat benda – benda berwarna hijau. Alasannya adalah karena benda – benda hijau memberi suasana sejuk untuk mata. Dengan hijaunya Indonesia akan semakin memperlihatkan keindahannya dan suasana yang asri. Terutama juga untuk kota – kota yang dikenal sebagai kota kembang seperti Bandung dan Bogor, mungkin program – program penghijauan harus lebih di galakkan.
Hutan adalah salah satu sumber kehidupan, yang menghasilkan elemen udara, elemen air, dan juga tanah. Maksudnya disini adalah ketiga elemen ini memiliki hubungan yang erat dengan adanya hutan. Elemen udara akan difilter untuk menjadi udara yang bersih. Elemen Air akan ditampung oleh dedaunan agar tidak langsung merembes ke tanah. Dan elemen tanah akan semakin kokoh dengan pergangan akar pepohonan yang ada di hutan.
Dengan terjaganya hutan, ekosistem alam pun akan seimbang. Makhluk hidup yang berada disekitarnya akan hidup dengan kecukupan, sehingga siklus rantai makanan tidak akan terputus. Dari sisi ekonomi pun Indonesia akan mendapat keuntungan, dengan memiliki hutan yang indah tentunya ini akan menarik para wisatawan mancanegara. Dengan kondisi seperti ini tentunya akan menjadi sumber devisa negara yang cukup besar.(anp)




A. HUTAN MERUPAKAN PARU PARU DUNIA

image
Kawasan hutan Indonesia, negara kita tercinta ini mencapai 162 juta hektar dan lahan hutan terluas terdapat di Papua (32,36 juta hektar). Lokasi hutan Indonesia lainnya terdapat di Kalimantan (28,23 juta hektar), Sumatera (14,65 juta hektar), Sulawesi (8,87 juta hektar), Maluku dan Maluku Utara (4,02 juta hektar), Jawa (3,09 juta hektar), serta Bali dan Nusa Tenggara (2,7 juta hektar). Luar biasa, bukan?
Bahkan, Indonesia adalah pemilik hutan hujan tropis terluas ke-3 di dunia setelah Brasil dan Kongo! Keanekaragaman flora fauna pada hutan hujan tropis sangat bermanfaat bagi industri farmasi, kerajinan, pariwisata, dan ilmu pengetahuan. Manfaat lainnya adalah menjaga fungsi tata air, menyerap dan menyimpan karbondioksida, sumber air bagi kebutuhan makhluk hidup, memperlambat pemanasan global, dan dapat mengurangi dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita peduli akan kelestarian hutan.
 
Namun, Indonesia semakin menjadi perhatian dunia, karena kerusakan sumber daya hutan (deforestasi) yang benar-benar parah. Bahkan pada tahun 2007, Indonesia ditetapkan sebagai “ negara yang memiliki tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia“ dalam Guinness World Records. Sungguh memprihatinkan…
Penyebabnya antara lain adalah sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan pesat, terutama industri pulp dan kertas, yang ternyata didirikan tanpa terlebih dahulu membangun Hutan Tanaman Industri (HTI). Rancangan ini sangat diperlukan untuk menjamin pengadaan pasokan kayu pulp. Akibatnya, bahan baku dari industri ini mengandalkan pembukaan hutan alam secara besar-besaran bahkan terkadang dilakukan secara ilegal. Kegiatan ini diyakini telah merusak hutan seluas lebih dari 10 juta hektar selama lebih dari 60 tahun terakhir dan telah menggunduli sebanyak 40% dari luas hutan Indonesia. Jika diumpamakan, Indonesia telah menghancurkan luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya. 
 
Forest Watch Indonesia pun mencatat kerusakan hutan di Indonesia dari tahun terus meningkat dan saat ini sudah mencapai 2 juta hektar per tahun. Saat ini diperkirakan luas hutan alam yang tersisa hanya 28% dan jika tidak segera dihentikan, hutan yang tersisa akan segera musnah.Rusaknya hutan Indonesia berpotensi mengakibatkan bencana alam berupa tanah longsor, kekeringan saat musim kemarau, rusaknya lapisan ozon, efek rumah kaca, global warming, menyumbang 12% - 17% dari emisi karbondioksida global, punahnya kekayaan flora dan fauna khas Indonesia, serta 
 
 
 
B. CARA MENANGGULANGI KERUSAKAN HUTAN 
 
 

Untuk menanggulangi kerusakan hutan, upaya yang di lakukan pemerintah tergantung pada penyebab nya. Adapun upaya yang perlu di lakukan untuk menanggulangi kerusakan hutan antara lain sebagai berikut.
1. Memberikan penyuluhan kepada petani ladang berpindah untuk mengubah sistem pertaniannya     dari ladang berpindah menjadi ladang menetap, seperti sawah dan kebun.
2. Melarang penerbangan hutan liar tanpa izin dari pemerintah, dalam hal ini dinas kehutanan.
3. Memberikan sanksi tegas kepaada pembalak sehingga terjadi efek jera.
4. Memberikan pengarahan tentang penebangan hutan secara selektif, artinya pohon yang di             tebang harus benar-benar pohon yang layak untuk di tebang.
5. Mencabut izin pengusaha HPH dan HTI yang melanggar aturan/hukum per izinan.
6. Menghentikan pengambilan hutan dengan sistem tebang habis.
7. Pemegang HTI dan HPH di wajibkan menanam pohon kembali yang mereka perukan sebagai         bahan baku pada lahan yang sudah di tentukan
8. Melakukan penghijauan, yaitu penanam tanaman di luar kawasan hutan, khususnya lahan-lahan
    kritis.

       Upaya-upaya tersebut dapat mengembalikan fungsi hutan secara sempurna jika kita sebagai manusia mempunyai kesadarab dan mampu berkomitmen untuk melaksanakanya serta tidak mengulangi terjadinya kerusakan hutan alam dengan penyebab yang sama untuk kedua kalinya.